you're reading...
Economy and Business

Thailand Masuki Periode Resesi

Thailand Masuki Periode Resesi

Bangkok – Setelah Singapura, kini giliran Thailand yang mencatat pertumbuhan ekonomi negatif. Perekonomian negara gajah putih itu mencatat minus 7,1% selama kuartal I-2009 atau terburuk sejak krisis moneter Asia 1998 silam.

Perekonomian Thailand terpuruk akibat anjloknya ekspor dan impor. Ini adalah penurunan pertumbuhan PDB selama dua kuartal berturut-turut di Thailand. Pada kuartal IV-2008, perekonomian Thailand juga mengalami kontraksi hingga 4,3%.

“Pertumbuhan telah mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut sehingga dapat dikatakan Thailand kini berada pada periode resesi,” ujar Sekjen National Economic and Social Development Board Thailand, Ampon Kittiampon seperti dikutip dari AFP, Senin (25/5/2009).

National Economic and Social Development Board Thailand juga merevisi target pertumbuhan ekonomi 2009 menjadi antara minus 2,5 hingga 3,5 persen dari proyeksi sebelumnya perekonomian tumbuh 0% hingga minus 1%.

Ampon mengatakan, penurunan pertumbuhan ekonomi yang semakin dalam jika dibandingkan kuartal IV-2008 dikarenakan terus berlanjutnya krisis ekonomni global yang berdampak pada aktivitas ekspor barang dan jasa yang sangat vital bagi perekonomian Thailand.

Namun menurut Ampon, perekonomian Thailand diharapkan bisa pulih mulai kuartal III-2009 karena membaiknya situasi perekonomian global dan adanya paket stimulus ekonomi. Ia mengingatkan, jika paket stimulus tahap II tidak dimulai pada September, maka negara tersebut bisa menghadapi kontraksi ekonomi sebesar 3,5%.

Negara-negara ASEAN memang termasuk salah satu korban krisis ekonomi global, terutama yang aktivitas perekonomiannya tergantung pada ekonomi dunia seperti Thailand, Filipina dan Singapura. Sementara untuk Indonesia, kendati menghadapi penurunan ekspor, namun masih tertolong oleh aktivitas perekonomian domestik.

Indonesia pada kuartal I-2009 masih mencatat pertumbuhan ekonomi 4,4% selama kuartal I-2009. Indonesia dan Vietnam menjadi dua negara yang masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi positif selama kuartal I-2009. Sebelumnya Singapura juga telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi minus 10,1% akibat imbas krisis global.
(Nurul Qomariyah – detikFinance)

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori

Visitor

  • 39,944 hits

Save Our World

%d bloggers like this: